Media Now

Sabtu, 13 Maret 2010

Selintas Tentang Televisi

Selintas Tentang Televisi
Istilah television muncul pertama kali pada Juni 1907 dalam scientific american. Sebelum itu, eksperimen penyaluran gambar disebut “visual wireless”, “visual radio” dan “electric vision”.
Efek dari televisi sebagai media penyebaran informasi telah menarik perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari orang tua, pendidik, peneliti sosial, pemuka keagamaan, pekerja sosial dan siapapun yang perhatian terhadap kebiasaan dan nilai-nilai di masyarakat.
Keberadaan industri televisi seperti sekarang ini tentunya akan mempengaruhi gaya hidup kita. Seseorang yang sedang menonton televisi tidak sambil melakukan hal yang lain, tapi televisi dapat membawa kita pada dunia, mendekatkan kita pada suatu peristiwa ataupun suatu tempat di belahan dunia manapun.
Teknologi televisi, yang melengkapi suara dari radio dengan gambar, sangat merubah pola hidup dan pola belajar masyarakat. Kata televisi, yang dulu bemakna program yang dipancarkan oleh antena melalui melalui sinyal yang merambat di udara, sekarang bermakna layar televisi, dimana berbagai cara pemancaran sinyal memberikan berbagai program kepada penonton.
Industri media, tak terkecuali Televisi sangat tergantung pada pengiklan. Iklan lah yang menghidupi industri televisi. Berbagai stasiun televisi komersial berjuang berebut pengiklan agar bisa tetap hidup. Mereka menjual berbagai program andalannya guna mendapatkan pengiklan. Dan fungsi utama dari stasiun komersial adalah sebagai media periklanan.
Karena televisi dapat menjangkau jauh lebih banyak audiens daripada media lainnya, televisi dapat memasang tarif paling besar dari media manapun untk masalah iklan. Kini, stasiun televisi terkecil sekalipun merupakan operasi yang bernilai jutaan dolar.
Penemuan teknologi pertama yang mengusulkan bahwa gambar juga bisa dipancarkan adalah nipkow disk atau piringan nipkow. Paul Nipkow yang berusia 24 tahun mempatenkan “electrical telescope” temuannya di German pada tahun 1884. Dan David Sarnoff, pemilik perusahaan RCA, menjadi promotor terbesar televisi.
Iklan komersial di televisi pertama disiarkan di NBC pada tahun 1939 di pameran World’s Fair di Hall of Television. Pada tanggal 30 April 1939, pameran tersebut dibuka oleh Presiden Franklin D. Roosevelt dan menjadi presiden pertama yang muncul di televisi. RCA juga memamerkan televisi berukuran 5 inci dan 9 inci dengan harga mulai $199.50 sampai $600.
Jaringan adalah kumpulan stasiun radio dan televisi yang menawarkan program, biasanya secara bergantian, di seluruh kawasan suatu negara, selama waktu yang ditentukan.
Sejak Tahun 1945, sepuluh televisi telah mengudara di Amerika Serikat. Penggantian radio dengan TV hitam putih sangatlah pesat sehingga mengagetkan para pemilik biro iklan dan membahayakan keberlangsungan biro iklan radio. Di akhir tahun tersebut, TV bahkan menguasai 41% pasar penyiaran. Hal ini menyebabkan radio mengalami kemunduran sehingga banyak pengiklan yang beralih ke televisi dan bahkan program-program unggulan di radio diadopsi kedalam bentuk program televisi.
Televisi mengalami perkembangan secara dramatis, terutama melalui pertumbuhan televisi kabel. Transmisi program televisi kabel menjangkau seluruh pelosok negeri dengan bantuan satelit dan diterima langsung pada layar televisi di rumah dengan menggunakan wire atau microwave wireless cables) yang membuka tambahan saluran televisi bagi pemirsa. Televisi tambah marak lagi setelah dikembangkannya Direct Broadcast Satellite (DBS). Televisi terus berkembang seiring dengan semakin bervariasinya program-program yang ditayangkan seperti program kuis, variety shows, komedi situasi, drama, film, opera sabun, talk show, bahkan program koboi dan cerita detektif yang sangat menarik di Amerika pada saat itu.
Tahun 1948 merupakan tahun yang penting dalam dunia pertlevisian, dengan adanya perubahan dari televisi eksperimen ke televisi komersial di Amerika. Karena perkembangan televisi yang sangat cepat, dari waktu ke waktu media ini memilki dampak terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.
Penonton menentukan rating yang mempengaruhi sebuah program televisi. Perusahaan televisi berupaya menarik penonton melalui program-program andalannya. Mereka terus mengembangkan program sehingga semakin menarik dan mendapat banyak khalayak. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan rating yang bagus untuk kemudian rating ini dijual ke pengiklan sehingga televisi bisa terus hidup.
Kini, televisi telah mendominasi industri media. Dan industri televisi telah menjadi lahan bisnis yang sangat potensial. Hal ini menyebabkan banyak orang ingin bekerja dan berinvestasi pada industri ini. Hal ini tak lepas dari perkembangan teknologi yang sangat mendukung perkembangan industri media.
Dalam suatu stasiun televisi, terdapat delapan departemen yakni departemen penjualan, departemen pemograman, departemen produksi, departemen teknik, departemen perdagangan, departemen promosi, departemen hubungan publik, dan departemen administrasi.
Seiring dengan perkembangan teknologi, penyampaian program menjadi semakin mudah dan murah. Teknologi baru juga mendatangkan lebih banyak persaingan. Teknologi baru itu diantaranya adalah Digital Video Recorders (DVRs) dan High-Definition Television (HDTV).
Rating
Televisi kini menjadi sebuah institusi indusdtri yang berupaya mendatangkan keuntungan. Mereka bersaing mempertontonkan program terbaiknya guna meraih penonton sebanyak-banyaknya. Hal ini ditujukan guna meraih rating yang dapat dijual kepada pengiklan. Rating menunjukkan bahwa suatu program diminati oleh penonton, dan tidak terpaku pada kualitas dari program tersebut. Rating yang bagus menandakan bahwa program tersebuat banyak peminatnya sehingga menguntungkan bagi para pengiklan yang hendak memasang iklannya pada saat program itu berjalan karena banyak ditonton oleh khalayak.
Para pengiklan tentu menginginkan produknya dilihat oleh banyak target pasarnya. Hal ini menyebabkan para pengiklan melihat rating sebagai ukuran “daya jual” suatu program. Sehingga pengiklan cenderung beriklan pada program yang ratingnya bagus, dan sesuai dengan target pasarnya. Hal ini berimbas pada tarif space iklan pada program tersebut lebih mahal dibandingkan dengan program yang memiliki rating kurang bagus. Dan pada program yang memiliki rating lebih bagus akan terdapat lebih banyak iklan daripada program yang memiliki rating kurang bagus.
Rating berbeda dengan share. Rating adalah persentase suatu program terhadap banyaknya TV yang ada. Share adalah persentase TV yang dinyalakan pada waktu tertentu.
Kesimpulan
Televisi adalah media yang paling mendominasi saat ini. Televisi merupakan media yang lengkap karena berupa audiovisual sehingga menjadi sarana hiburan dan informasi yang menarik. Dari semua media komunikasi yang ada, televisilah yang paling berpengaruh pada kehidupan manusia. Tayangan televisi yang dijejali hiburan, berita dan iklan telah membuat banyak orang menghabiskan waktu untuk menonton televisi sekitar tujuh jam sehari (Agee, et all. 2001:279). Hal ini menandakan bahwa televisi menjadi media yang sangat digemari masyarakat. Perkembangan televisi dengan kualitas yang semakin baik juga telah membuat kita semakin nyaman menonton.
Penghitungan rating dipengaruhi oleh penonton yang dipilih secara acak, dan mempengaruhi pengiklan. Rating bagus untuk meningkatkan persaingan sehingga muncul berbagai kreativitas untuk menciptakan program-program televisi yang semenarik mungkin, dan menonjol dibandingkan program lain. Hal ini menyebabkan para pengiklan cenderung memasang iklan mereka pada program yang memiliki rating bagus. Namun, tak seharusnya selalu seperti itu. Para pengiklan haruslah lebih jeli melihat segmentasi mereka sehingga mereka akan memilih untuk memasang iklan pada program yang sesuai dengan segmentasinya. Hal ini saya rasa lebih efektif jika dibandingkan dengan menentukan space untuk beriklan dengan melihat rating programnya. Jadi, akan kurang efektif jika pengiklan memasang iklan pada program yang ratingnya bagus tapi tidak sesuai dengan segmentasi pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar